Login
Similar topics
User Yang Sedang Online
Total 0 user online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 0 Tamu :: 1 BotTidak ada
User online terbanyak adalah 12 pada Mon May 03, 2010 1:54 am
Latest topics
» Shiritori~!by Arthady Kimaru Wed Aug 03, 2011 8:23 am
» No Rules Require
by Arthady Kimaru Wed Aug 03, 2011 8:23 am
» Sketching around
by Arthady Kimaru Thu Jul 21, 2011 9:53 am
» Absence Absence XD
by Arthady Kimaru Thu Jul 21, 2011 9:52 am
» [Comment] Einsamkeit (Loneliness)
by Arthady Kimaru Thu Jul 21, 2011 9:49 am
» Let's Fangrilling!
by Arthady Kimaru Thu Jul 21, 2011 9:48 am
» Rikka here
by Arthady Kimaru Thu Jul 21, 2011 9:45 am
» Hello...Minna san~
by Arthady Kimaru Thu Jul 21, 2011 9:45 am
» [2nd Chara] Shion Runettes - 2 SMP
by Wilhelm Runettes Mon Oct 18, 2010 9:42 pm
[O][Lim] Walk in Town
Halaman 2 dari 2 • Share •
Halaman 2 dari 2 •
1, 2
[O][Lim] Walk in Town
First topic message reminder :
Timeline :Hari minggu
Terbatas hanya untuk 4 orang selain Ryu...^ ^
---------------------------------------
Ryu berjalan santai di tengah kota , mulut sibuk mengunyah permen karet rasa mint favoritnya.Ryu baru saja pulang dari rumah sakit. Di rumah sakit ia baru saja membantu menyembuhkan pasien atas permintaan rumah sakit. Lumayan ia mendapat uang saku tambahan serta pengalaman baru.
Ia memandang berkeliling, feelingnya mengatakan ada sesuatu yang aneh.
Apakah ada orang yang mengikutinya atau hanya perasaanya saja. Mungkin saja Ryu terlalu kelelahan karena terlalu banyak bekerja?
Timeline :Hari minggu
Terbatas hanya untuk 4 orang selain Ryu...^ ^
---------------------------------------
Ryu berjalan santai di tengah kota , mulut sibuk mengunyah permen karet rasa mint favoritnya.Ryu baru saja pulang dari rumah sakit. Di rumah sakit ia baru saja membantu menyembuhkan pasien atas permintaan rumah sakit. Lumayan ia mendapat uang saku tambahan serta pengalaman baru.
Ia memandang berkeliling, feelingnya mengatakan ada sesuatu yang aneh.
Apakah ada orang yang mengikutinya atau hanya perasaanya saja. Mungkin saja Ryu terlalu kelelahan karena terlalu banyak bekerja?
- + - + - + - + - fatalite - + - + - + - + -


Rheindhardt- Posts: 832
Join date: 25.12.09
Character sheet
Character name: Ryunichirou Rheindhardt
Class: Junior élève du secondaire / 2
SP: STR = 10 DEF = 8 AGI = 9 INT = 10 INS = 8
Re: [O][Lim] Walk in Town
Senyum.
Melihat kearah dua bocah yang menarik itu, dirinya masih terlihat tenang dengan semua hal tersebut. Mendengarkan setiap perkataan demi perkataan yang keluar dari mulut mereka. Dirinya hanya mengamati kedua orang itu dengan tatapan datar dengan sedikit senyuman diwajahnya, mencoba untuk mengikuti suasana ditempat itu. Lagipula juga ditraktir tidak ada salahnya bukan? Dan lagipula tampaknya intepretasinya terhadap mereka terlalu dianggap serius, oh jangan terlalu serius kalau tidak ingin menjadi cepat tua.
“Ah—maaf kalau begitu aku pikir kalian sedang kencan.”
Melirik kearah gadis yang tampaknya begitu—senang terhadap dirinya, dirinya tidak dapat berkomentar banyak saat itu. Melangkahkan dua langkah mundur dan melihat kearah mereka berdua, dua orang noble dengan kepribadian serta keunikan yang berbeda. Patut untuk diteliti, membiarkan kedua tangannya itu bergerak bebas saat itu dan melangkah dua maju lagi. Kembali ke posisi semulanya, mengerjap sekali.
“Kalau begitu—silahkan pimpin jalan—nona Matherlance…”
Senyum.
Melihat kearah dua bocah yang menarik itu, dirinya masih terlihat tenang dengan semua hal tersebut. Mendengarkan setiap perkataan demi perkataan yang keluar dari mulut mereka. Dirinya hanya mengamati kedua orang itu dengan tatapan datar dengan sedikit senyuman diwajahnya, mencoba untuk mengikuti suasana ditempat itu. Lagipula juga ditraktir tidak ada salahnya bukan? Dan lagipula tampaknya intepretasinya terhadap mereka terlalu dianggap serius, oh jangan terlalu serius kalau tidak ingin menjadi cepat tua.
“Ah—maaf kalau begitu aku pikir kalian sedang kencan.”
Melirik kearah gadis yang tampaknya begitu—senang terhadap dirinya, dirinya tidak dapat berkomentar banyak saat itu. Melangkahkan dua langkah mundur dan melihat kearah mereka berdua, dua orang noble dengan kepribadian serta keunikan yang berbeda. Patut untuk diteliti, membiarkan kedua tangannya itu bergerak bebas saat itu dan melangkah dua maju lagi. Kembali ke posisi semulanya, mengerjap sekali.
“Kalau begitu—silahkan pimpin jalan—nona Matherlance…”
Senyum.
Resha F. Aslveria- Posts: 37
Join date: 24.12.09
Re: [O][Lim] Walk in Town
"Baiklah kalau begitu ayao kita jalan sekarang. "
Ryu ,melihat peta 4 dimensi yang baru saja dikirimkan ke Handphonenya oleh salah satu pegawai dirumahnya. Letak restroran tersebut tidak terlalu jauh dari tempat mereka berada. Hanya sekitar 150 meter.
"Kami tidak pacaran, lagipula aku dan Firi hanya kebetulan ketemu disini."
"Resha sendiri sedang apa di kota ? " Tanya Ryu sambil jalan didepan mereka, karena belum tentu Firi dan Resha mengetahui restoran yang mereka tuju. Ryu bahkan juga tidak tahu nama restoran tersebut yang ia tahu hanya itu adalah restoran perancis.
"Oh ya, kalian tidak keberatan kalau kita jalan kaki ke restoran tersebut? Kalau keberatan akan kupanggilkan supir."
Biasanya yang namanya gadis pasti tidak suka berjalan kaki, apalagi gadis bangsawan yang kemana-mana minimal pasti menggunakan mobil yang harganya mencapai belasan digit. Biarpun ada segelintir gadis yang tidak keberatan dengan berjalan kaki, tapi Ryu belum mengenal mereka bukan. Jadi lebih baik ia tanyakan terlebih dahulu.
Ryu ,melihat peta 4 dimensi yang baru saja dikirimkan ke Handphonenya oleh salah satu pegawai dirumahnya. Letak restroran tersebut tidak terlalu jauh dari tempat mereka berada. Hanya sekitar 150 meter.
"Kami tidak pacaran, lagipula aku dan Firi hanya kebetulan ketemu disini."
"Resha sendiri sedang apa di kota ? " Tanya Ryu sambil jalan didepan mereka, karena belum tentu Firi dan Resha mengetahui restoran yang mereka tuju. Ryu bahkan juga tidak tahu nama restoran tersebut yang ia tahu hanya itu adalah restoran perancis.
"Oh ya, kalian tidak keberatan kalau kita jalan kaki ke restoran tersebut? Kalau keberatan akan kupanggilkan supir."
Biasanya yang namanya gadis pasti tidak suka berjalan kaki, apalagi gadis bangsawan yang kemana-mana minimal pasti menggunakan mobil yang harganya mencapai belasan digit. Biarpun ada segelintir gadis yang tidak keberatan dengan berjalan kaki, tapi Ryu belum mengenal mereka bukan. Jadi lebih baik ia tanyakan terlebih dahulu.
- + - + - + - + - fatalite - + - + - + - + -


Rheindhardt- Posts: 832
Join date: 25.12.09
Character sheet
Character name: Ryunichirou Rheindhardt
Class: Junior élève du secondaire / 2
SP: STR = 10 DEF = 8 AGI = 9 INT = 10 INS = 8
Re: [O][Lim] Walk in Town
Firiel menatap Resha dan Ryu bergantian dengan kedua mata berwarna merahnya. Warna mata merah adalah ciri khas dari keluarga Matherlance yang diturunkan langsung oleh The Duke of Matherlance. Mungkin agak sedikit menyeramkan bila ditatap oleh sang Crimson Orbs seperti ini. Namun sorot mata yang dipancarkan gadis satu ini adalah sorot mata yang lembut dan menenangkan hati.
Who knows? Jika tatapan lembut itu sebenarnya adalah topeng yang menyembunyikan niat busuk yang sebenarnya dari seorang gadis mungil pewaris utama keluarga Matherlance.
"Ah! Aku sama sekali nggaak pacaran sama cowok menyebalkan satu ini! Asal Resha tahu saja.. Ryu itu homo! Jadi, meskipun dewi fortuna atau bahkan ayahku merestui hubungan kami, sampai mati pun aku nggak mau sama dia!" seru Firi tegas sambil menunjuk ke arah Ryu dan menjulurkan lidahnya.
Benar, sampai kapan pun Ryunichirou Rheindhardt adalah musuh Firiel, dan hal itu takkan pernah berubah.
"Berjalan kaki? Hmm... Aku sih tak masalah. Aku sudah biasa kok. Kalau kau Resha?" jawabnya santai sambil menatap sang gadis bangsawan di sebelahnya--yang tampaknya agak sedikit canggung dengan antusiasmenya.
Firiel jadi ingat, semasa dirinya masih berada di mansion utama keluarga Matherlance, ia selalu dianiaya oleh semua anggota keluarganya, kecuali ibunya, ayahnya, dan kakak laki-laki dari istri ke-3 ayahnya. Bahkan ketika mereka akan menghadiri pesta ulang tahun salah seorang putra bangsawan di Inggris, hanya dia yang diam-diam ditinggal oleh saudara-saudaranya yang menganiayanya. Sehingga mau tak mau ia harus berjalan kaki--sebenarnya terbang--untuk menuju rumah keluarga bangsawan tersebut agar ayahnya tak mengetahui apa yang diperbuat oleh saudara-saudaranya.
Lagipula, ia lebih suka terbang daripada naik mobil, karena tentunya jauh lebih cepat.
Who knows? Jika tatapan lembut itu sebenarnya adalah topeng yang menyembunyikan niat busuk yang sebenarnya dari seorang gadis mungil pewaris utama keluarga Matherlance.
"Ah! Aku sama sekali nggaak pacaran sama cowok menyebalkan satu ini! Asal Resha tahu saja.. Ryu itu homo! Jadi, meskipun dewi fortuna atau bahkan ayahku merestui hubungan kami, sampai mati pun aku nggak mau sama dia!" seru Firi tegas sambil menunjuk ke arah Ryu dan menjulurkan lidahnya.
Benar, sampai kapan pun Ryunichirou Rheindhardt adalah musuh Firiel, dan hal itu takkan pernah berubah.
"Berjalan kaki? Hmm... Aku sih tak masalah. Aku sudah biasa kok. Kalau kau Resha?" jawabnya santai sambil menatap sang gadis bangsawan di sebelahnya--yang tampaknya agak sedikit canggung dengan antusiasmenya.
Firiel jadi ingat, semasa dirinya masih berada di mansion utama keluarga Matherlance, ia selalu dianiaya oleh semua anggota keluarganya, kecuali ibunya, ayahnya, dan kakak laki-laki dari istri ke-3 ayahnya. Bahkan ketika mereka akan menghadiri pesta ulang tahun salah seorang putra bangsawan di Inggris, hanya dia yang diam-diam ditinggal oleh saudara-saudaranya yang menganiayanya. Sehingga mau tak mau ia harus berjalan kaki--sebenarnya terbang--untuk menuju rumah keluarga bangsawan tersebut agar ayahnya tak mengetahui apa yang diperbuat oleh saudara-saudaranya.
Lagipula, ia lebih suka terbang daripada naik mobil, karena tentunya jauh lebih cepat.
- + - + - + - + - fatalite - + - + - + - + -

The Good Witch of The West and The Brave King of The East summoned a wise man and a poet, then traveled to an icy city. The end begins when the midday star falls from the sky.
Who is standing behind you?
Avatar: Firiel Evellyn Matherlance

Yuuto Tamano- Posts: 514
Join date: 23.12.09
Age: 18
Location: Bandung
Character sheet
Character name: Firiel Evellyn Matherlance
Class: Junior élève du secondaire / 3
SP: 10 | 10 | 7 | 6 | 7
Re: [O][Lim] Walk in Town
Sangkalanpun dilontarkan oleh gadis tersebut.
Senyuman diwajah gadis itu tidak menghilang, hanya sebuah tatapan sekilas menggerling kearah mereka berdua. Memberhentikan pembicaraannya saat itu sejenak, homoseksual? Pemuda ini? Kau yakin nona? Hanya dapat menahan tawa gelinya terhadap reaksi yang diberikan oleh gadis tersebut. Ternyata gadis ini benci terhadap pemuda ini. Benar-benar cinta, tidak dapat disangkal untuk hal tersebut, lagipula sangkalan dari dua pihak terkadang membuat semua ini menjadi menarik bukan? Sekilas memandang keduanya dan tidak berbicara apapun.
Ya-ya-ya. Apapun kata kalian.
Setelah itu pemuda itupun menanyakan sedang apa dirinya dikota saat itu. Tidak terlalu banyak jawaban yang diberikan oleh gadis ini, menatap kedua matanya dan tersenyum sekilas.
“Menemui dirimu…”
Mungkin. Atau tidak—temukan jawaban itu sendiri bukan begitu? Tidak terlalu merespon akan jawaban-jawaban selanjutnya dari mereka berdua saat itu. Dirinya hanya tersenyum dan mengikuti saja alur yang ada ditempat itu, hanya mengangguk saja yang menandakan dirinya setuju dengan apa yang dikatakan oleh pemuda itu. Dirinya tidak keberatan untuk berjalan kaki, ditambah dengan gadis disebelahnya juga tidak keberatan untuk berjalan.
“Jadi tunggu apa lagi?”
Senyuman diwajah gadis itu tidak menghilang, hanya sebuah tatapan sekilas menggerling kearah mereka berdua. Memberhentikan pembicaraannya saat itu sejenak, homoseksual? Pemuda ini? Kau yakin nona? Hanya dapat menahan tawa gelinya terhadap reaksi yang diberikan oleh gadis tersebut. Ternyata gadis ini benci terhadap pemuda ini. Benar-benar cinta, tidak dapat disangkal untuk hal tersebut, lagipula sangkalan dari dua pihak terkadang membuat semua ini menjadi menarik bukan? Sekilas memandang keduanya dan tidak berbicara apapun.
Ya-ya-ya. Apapun kata kalian.
Setelah itu pemuda itupun menanyakan sedang apa dirinya dikota saat itu. Tidak terlalu banyak jawaban yang diberikan oleh gadis ini, menatap kedua matanya dan tersenyum sekilas.
“Menemui dirimu…”
Mungkin. Atau tidak—temukan jawaban itu sendiri bukan begitu? Tidak terlalu merespon akan jawaban-jawaban selanjutnya dari mereka berdua saat itu. Dirinya hanya tersenyum dan mengikuti saja alur yang ada ditempat itu, hanya mengangguk saja yang menandakan dirinya setuju dengan apa yang dikatakan oleh pemuda itu. Dirinya tidak keberatan untuk berjalan kaki, ditambah dengan gadis disebelahnya juga tidak keberatan untuk berjalan.
“Jadi tunggu apa lagi?”
Resha F. Aslveria- Posts: 37
Join date: 24.12.09
Re: [O][Lim] Walk in Town
"Quintz hanyalah sahabatku , lagipula biasanya kami bersama Adri juga. Jadi aku bukan homo"
Pembelaan dari Ryu , dia tidak suka disebut sebagai homo atau percintaan antara pria dengan pria. Apakah ia terlalu dekat dengan Quintz , rasanya tidak. Mungkin gadis bermata merah ini hanya tidak menyukai Ryu dekat dengan Quintz, karena tampaknya ia mulai suka dengan Quintz. Padahal Quintz merupakan sahabat Ryu dan hubungan Ryu dan Firi kemungkinan akan menjadi saingan di masa depan.
Tapi biarpun disebut saingan Ryu tidak berminat untuk menjadi leader, yang ia perlu lakukan hanya mempertahankan keluarga Rheindhardt . Jika ada yang berani menghancurkan ataupun menganggu maka Ryu tidak akan sedan-segan untuk menghabisinya , itulah yang telah ditanamkan oleh kakek Ryu sejak kecil. Mempersiapkannya untuk melindungi nama Rheindhardt. Namun ayah Ryu tidak hanya ingin mempertahankannya , ia ingin memajukan keluarga Rheindhardt dan membuatnya menjadi leader.
"OK , kalau begitu kita berjalan kaki."
=====================================
5 menit kemudian
Lokasi : Restoran perancis
Kini Ryu ,Firi dan Resha berada didepan restoran , eksterior dan interiornya termasuk kuno namun mewah. Restoran tersebut dapat dikatakan luas.
"Selamat dang tuan muda Ryu. Kami sudah menunggu anda." Sapa salah seorang yang menggunakan pakaian formal lengkap dengan dasinya.
Ketika Ryu dan dua orang yang akan ditraktirnya masuk kedalam yang tampak hanyalah meja kosong beserta dengan belasan pelayan. Mengapa restoran ini sepi. Dan tampaknya manajer itu emngerti dan langsung menjelaskan kepada Ryu.
"Tuan besar sudah memesan seluruh restoran ini untuk tuan muda beserta teman tuan muda."
"Dan kami menerima pesan agar tagihannya dikirim ke rumah anda sehingga anda tidak perlu membayar."
"Silahkan duduk di sebelah sini." Ucapnya dengan sopan sambilmenarik kursi untuk Ryu duduk . Hal tersebut dilakukan juga oleh dua orang pelayan lainnya.
Pembelaan dari Ryu , dia tidak suka disebut sebagai homo atau percintaan antara pria dengan pria. Apakah ia terlalu dekat dengan Quintz , rasanya tidak. Mungkin gadis bermata merah ini hanya tidak menyukai Ryu dekat dengan Quintz, karena tampaknya ia mulai suka dengan Quintz. Padahal Quintz merupakan sahabat Ryu dan hubungan Ryu dan Firi kemungkinan akan menjadi saingan di masa depan.
Tapi biarpun disebut saingan Ryu tidak berminat untuk menjadi leader, yang ia perlu lakukan hanya mempertahankan keluarga Rheindhardt . Jika ada yang berani menghancurkan ataupun menganggu maka Ryu tidak akan sedan-segan untuk menghabisinya , itulah yang telah ditanamkan oleh kakek Ryu sejak kecil. Mempersiapkannya untuk melindungi nama Rheindhardt. Namun ayah Ryu tidak hanya ingin mempertahankannya , ia ingin memajukan keluarga Rheindhardt dan membuatnya menjadi leader.
"OK , kalau begitu kita berjalan kaki."
=====================================
5 menit kemudian
Lokasi : Restoran perancis
Kini Ryu ,Firi dan Resha berada didepan restoran , eksterior dan interiornya termasuk kuno namun mewah. Restoran tersebut dapat dikatakan luas.
"Selamat dang tuan muda Ryu. Kami sudah menunggu anda." Sapa salah seorang yang menggunakan pakaian formal lengkap dengan dasinya.
Ketika Ryu dan dua orang yang akan ditraktirnya masuk kedalam yang tampak hanyalah meja kosong beserta dengan belasan pelayan. Mengapa restoran ini sepi. Dan tampaknya manajer itu emngerti dan langsung menjelaskan kepada Ryu.
"Tuan besar sudah memesan seluruh restoran ini untuk tuan muda beserta teman tuan muda."
"Dan kami menerima pesan agar tagihannya dikirim ke rumah anda sehingga anda tidak perlu membayar."
"Silahkan duduk di sebelah sini." Ucapnya dengan sopan sambilmenarik kursi untuk Ryu duduk . Hal tersebut dilakukan juga oleh dua orang pelayan lainnya.
- + - + - + - + - fatalite - + - + - + - + -


Rheindhardt- Posts: 832
Join date: 25.12.09
Character sheet
Character name: Ryunichirou Rheindhardt
Class: Junior élève du secondaire / 2
SP: STR = 10 DEF = 8 AGI = 9 INT = 10 INS = 8
Re: [O][Lim] Walk in Town
Firi mendengar pembelaan dari Ryu yang sebenarnya memang terdengar sangat masuk akal; Ryu dan Quintz memang hanya berteman, tak lebih dari itu. Tetapi Firi yang lugu merasa risih dengan kedekatan yang terjalin di antara dua orang pria tersebut, seakan-akan tak ada celah bagi dirinya untuk dapat masuk di antara mereka berdua. Seakan-akan ia ditolak tanpa sempat menyadari perasaannya oleh sang kepala sekolah gila tersebut. Firi menggelengkan kepalanya, bermaksud menghilangkan apa yang sedang ada dalam pikirannya; tentang sang kepsek.
Lho? Tak ada salahnya kan untuk sekedar 'tertarik' pada seseorang yang umurnya terpaut lebih tua? Firiel kembali menggelengkan kepalanya.
"This is driving me crazy.." keluhnya bergumam sebelum ia melanjutkan langkahnya mengikuti Ryu menuju restoran Prancis yang katanya terkenal itu.
Sampai akhirnya mereka bertiga tiba pula di depan restoran Prancis yang tampaknya sudah dipesan oleh keluarga Rheindhardt. Firi hanya menghela nafas panjang saat mengikuti Ryu masuk ke dalam. Semuanya tampak sepi, tak ada siapapun pelanggan selain mereka bertiga. Lagi-lagi Firi menghela nafasnya dalam.
"Kau tahu, Ryu, ayahku bisa membunuhku kalau aku menghambur-hamburkan uang dan waktu beliau untuk suatu hal yang menurut beliau sama sekali tak berguna--persis sekali seperti apa yang sedang kau lakukan saat ini." ucapnya tiba-tiba setelah ia mengambil posisi duduk di kursi di sebelah Ryu.
Benar, terkadang ia merasa iri pada Ryu--dan juga noble lainnya, yang sepertinya sangat disayang oleh ayah kandung mereka masing-masing. Ayah Firiel, The Duke of Matherlance, tampaknya bukan tipe selunak itu. Firi tahu--menurut apa yang dikatakan saudara-saudaranya--bahwa beliau hanya menyayangi kekuatan Firi, bukan dirinya, dan melakukan itu untuk mencapai ambisinya semata--what he wants, he gets. Beliau mendidik Firi bagaikan mengasah senjata rahasianya, perlahan namun kasar. Firi lagi-lagi menghela nafasnya untuk menghilangkan pikiran negatif tentang ayahnya itu.
"Aku pesan ice cream sundae double size! Lalu cream soup!" serunya tanpa memedulikan bahwa saat ini ia sedang berada di restoran Prancis--ia tak peduli itu karena yang ia pikirkan saat ini adalah kedua makanan itu. Ia lalu menoleh pada Ryu dan Resha. "Kalian mau pesan apa?" tanyanya dengan senyuman yang lebar.
Lho? Tak ada salahnya kan untuk sekedar 'tertarik' pada seseorang yang umurnya terpaut lebih tua? Firiel kembali menggelengkan kepalanya.
"This is driving me crazy.." keluhnya bergumam sebelum ia melanjutkan langkahnya mengikuti Ryu menuju restoran Prancis yang katanya terkenal itu.
Sampai akhirnya mereka bertiga tiba pula di depan restoran Prancis yang tampaknya sudah dipesan oleh keluarga Rheindhardt. Firi hanya menghela nafas panjang saat mengikuti Ryu masuk ke dalam. Semuanya tampak sepi, tak ada siapapun pelanggan selain mereka bertiga. Lagi-lagi Firi menghela nafasnya dalam.
"Kau tahu, Ryu, ayahku bisa membunuhku kalau aku menghambur-hamburkan uang dan waktu beliau untuk suatu hal yang menurut beliau sama sekali tak berguna--persis sekali seperti apa yang sedang kau lakukan saat ini." ucapnya tiba-tiba setelah ia mengambil posisi duduk di kursi di sebelah Ryu.
Benar, terkadang ia merasa iri pada Ryu--dan juga noble lainnya, yang sepertinya sangat disayang oleh ayah kandung mereka masing-masing. Ayah Firiel, The Duke of Matherlance, tampaknya bukan tipe selunak itu. Firi tahu--menurut apa yang dikatakan saudara-saudaranya--bahwa beliau hanya menyayangi kekuatan Firi, bukan dirinya, dan melakukan itu untuk mencapai ambisinya semata--what he wants, he gets. Beliau mendidik Firi bagaikan mengasah senjata rahasianya, perlahan namun kasar. Firi lagi-lagi menghela nafasnya untuk menghilangkan pikiran negatif tentang ayahnya itu.
"Aku pesan ice cream sundae double size! Lalu cream soup!" serunya tanpa memedulikan bahwa saat ini ia sedang berada di restoran Prancis--ia tak peduli itu karena yang ia pikirkan saat ini adalah kedua makanan itu. Ia lalu menoleh pada Ryu dan Resha. "Kalian mau pesan apa?" tanyanya dengan senyuman yang lebar.
- + - + - + - + - fatalite - + - + - + - + -

The Good Witch of The West and The Brave King of The East summoned a wise man and a poet, then traveled to an icy city. The end begins when the midday star falls from the sky.
Who is standing behind you?
Avatar: Firiel Evellyn Matherlance

Yuuto Tamano- Posts: 514
Join date: 23.12.09
Age: 18
Location: Bandung
Character sheet
Character name: Firiel Evellyn Matherlance
Class: Junior élève du secondaire / 3
SP: 10 | 10 | 7 | 6 | 7
Re: [O][Lim] Walk in Town
Satu kata untuk pemuda itu.
Minat, tidak ada kata-kata lain selain kata itu untuk mendeskripsikan dirinya. Lihatlah betapa kayanya dari keluarganya sampai-sampai minat mentraktir mereka semua. Noble belum berarti kaya, namun sebuah noble itu merupakan sebuah title yang berarti memiliki sesuatu kebangsaan yang mencerminkan suatu ciri khas dari sesuatu bukan? Seulas senyuman dikembangkan gadis ini setelah dirinya sampai ketempat yang dituju mereka.
Hanya mengikuti saja saat itu, duduk dan menikmati suasnaa ditempat itu.
Tidak ada yang dapat ia kerjakan ditempat itu selain makan, jadi tunggu apalagi? Lagipula si Matherlance itu juga sudah memesan makanan bukan? Membuka menu dan melihatnya.
“Oyster for me, thank you…”
Perlukah dirinya untuk berbicara lebih dari itu? Rasanya tidak.
Minat, tidak ada kata-kata lain selain kata itu untuk mendeskripsikan dirinya. Lihatlah betapa kayanya dari keluarganya sampai-sampai minat mentraktir mereka semua. Noble belum berarti kaya, namun sebuah noble itu merupakan sebuah title yang berarti memiliki sesuatu kebangsaan yang mencerminkan suatu ciri khas dari sesuatu bukan? Seulas senyuman dikembangkan gadis ini setelah dirinya sampai ketempat yang dituju mereka.
Hanya mengikuti saja saat itu, duduk dan menikmati suasnaa ditempat itu.
Tidak ada yang dapat ia kerjakan ditempat itu selain makan, jadi tunggu apalagi? Lagipula si Matherlance itu juga sudah memesan makanan bukan? Membuka menu dan melihatnya.
“Oyster for me, thank you…”
Perlukah dirinya untuk berbicara lebih dari itu? Rasanya tidak.
Resha F. Aslveria- Posts: 37
Join date: 24.12.09
Re: [O][Lim] Walk in Town
"Ayahku tidak peduli dengan diriku , yang memesan semua ini adalah kakekku."
Ya yang ada di pikiran ayah Ryu hanyalah bagaimana cara menjadi leader dunia tidak ada orang lain yang dipedulikannya. Ryu hanya diberikan sebagian kecil hartanya , hanya oleh kakeknya Ryu mendapatkan kasih sayang.
"Kakekku juga pasti sudah memesankan makanan bukan."
"Ya tuan muda. Ia memesankan Baby Back Ribs , dan kami diperintahkan untuk membuatnya tidak terlalu keras."
Yah seperti biasa menganggap Ryu anak kecil yang tidak bisa apa-apa bahkan sampai repot-repot untuk memesan restoran dan makanan untuknya. Biarpun tegas kakek Ryu terlalu menyayangi Ryu , mungkin sebgai ganti ketidakhadiran kedua orangtua Ryu.
"Dan maaf nona anda belum memesan minuman."
Ya yang ada di pikiran ayah Ryu hanyalah bagaimana cara menjadi leader dunia tidak ada orang lain yang dipedulikannya. Ryu hanya diberikan sebagian kecil hartanya , hanya oleh kakeknya Ryu mendapatkan kasih sayang.
"Kakekku juga pasti sudah memesankan makanan bukan."
"Ya tuan muda. Ia memesankan Baby Back Ribs , dan kami diperintahkan untuk membuatnya tidak terlalu keras."
Yah seperti biasa menganggap Ryu anak kecil yang tidak bisa apa-apa bahkan sampai repot-repot untuk memesan restoran dan makanan untuknya. Biarpun tegas kakek Ryu terlalu menyayangi Ryu , mungkin sebgai ganti ketidakhadiran kedua orangtua Ryu.
"Dan maaf nona anda belum memesan minuman."
- + - + - + - + - fatalite - + - + - + - + -


Rheindhardt- Posts: 832
Join date: 25.12.09
Character sheet
Character name: Ryunichirou Rheindhardt
Class: Junior élève du secondaire / 2
SP: STR = 10 DEF = 8 AGI = 9 INT = 10 INS = 8
Re: [O][Lim] Walk in Town
Restoran Prancis....adalah suatu hal yang tak biasa Quintz di restoran ini. Ia duduk di tempat eksklusif di sana,dan sedang memikirkan akan memesan makanan apa. Di hadapannya ada seorang gadis kecil yang manis,yang berwajah datar,Hazel adik Quintz. Sang adik lebih sibuk membaca buku daripada melihat-lihat menu. Urusan pesan memesan makanan ia serahkan pada sang kakak
"ok,hazel.....kau ingin pesan apa?" Quintz menatap hazel yang sibuk membaca buku. Hazel mnatap sang kakak sekilas dan membaca lagi
"Terserah Kakak saja..."jawab Hazel datar tanpa menatap Quintz sama sekali
"ok.....Pelayan" Quintz memanggil salah satu pelayan.
"Filet mignon 2......untuk desert sundae 1 dan Gateau chocolate 1..untuk minumannya,....." Quintz melirik Hazel
"Orange Juice"Kata Hazel
"Ok..Orange juice dan..... red wine..."Kata Quintz. Pelayan itu membungkuk hormat,lalu pergi. Quintz bersandar di kursi,menghela nafas
"ok,hazel.....kau ingin pesan apa?" Quintz menatap hazel yang sibuk membaca buku. Hazel mnatap sang kakak sekilas dan membaca lagi
"Terserah Kakak saja..."jawab Hazel datar tanpa menatap Quintz sama sekali
"ok.....Pelayan" Quintz memanggil salah satu pelayan.
"Filet mignon 2......untuk desert sundae 1 dan Gateau chocolate 1..untuk minumannya,....." Quintz melirik Hazel
"Orange Juice"Kata Hazel
"Ok..Orange juice dan..... red wine..."Kata Quintz. Pelayan itu membungkuk hormat,lalu pergi. Quintz bersandar di kursi,menghela nafas
- + - + - + - + - fatalite - + - + - + - + -

Halaman 2 dari 2 •
1, 2
Similar topics» +=+LIVERPOOL FOOTBALL CLUBYOU'LL NEVER WALK ALONE+=+
» Cheat Instan Mision With fiddler (WORK SELALU)
» Santa Claus is coming to town. Jacket Alpinestar only 1,7jt
» [UPDATE] The Road To Wembley Again : Semi-Final & Final By palsu51mail
» N250R Chapter Medan RESMI TERBENTUK
» Cheat Instan Mision With fiddler (WORK SELALU)
» Santa Claus is coming to town. Jacket Alpinestar only 1,7jt
» [UPDATE] The Road To Wembley Again : Semi-Final & Final By palsu51mail
» N250R Chapter Medan RESMI TERBENTUK
Halaman 2 dari 2
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik




